Selasa, 24 Februari 2015

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKHLAK

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG.
Dalam kehidupan manusia, pasti tidak akan pernah luput dari yang namanya akhlak. Karena yang satu ini merupakan acuan penilaian diri dari orang lain. Semakin baik akhlak yang kita miliki, semakin baik pula nilai yang kita dapat.
Kehidupan musli yang baik dapat menyempurnakan akhlaknya sesuai dengan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Akhlak yang baik dilandasi oleh ilmu, iman, amal, dan takwa. Ia merupakan kunci bagi seseorang untuk melahirkan perbuatan dalam kehidupan yang diatur oleh agama.
Dengan ilmu, iman, amal, dan takwa seseorang dapat berbuat kebajikan, seperti sholat, puasa, berbuat baik sesama manusia, dan kegiatan-kegiatan lain yang merupakan  interaksi social. Sebaliknya, tanpa ilmu, iman, amal, dan takwa, seseorang dapat berbuat tidak sesuai dengan akhlakul karimah, sebab ia lupa pada Allah yang menciptakannya. Keadaan demikian menunjukkan perlu adanya pembangunan iman untuk meningkatkan akhlak seseorang.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Menjelaskan hal-hal yang mempengaruhi Akhlak manusia.
2. menjelaskan pengertian dari beberapa hal yang mempengaruhi akhlak.




























BAB II
POKOK PEMBAHASAN


A. TINGKAH LAKU MANUSIA
Tingkah laku manusia ialah sikap seseorang yang dimanifestasikan dalam perbuatan. Sikap seseorang boleh jadi tidak digambarkan dalam perbuatan atau tidak tercermin dala perilaku sehari-hari tetapi adanya kontradiksi antara sikap dan tingkah laku. Oleh karena itu, meskipun secara teoritis hal ituterjadi, tetapi dipandang dari sudut ajaran Islam termasuk iman yang tipis. Untuk melatih akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari ada contoh-contoh yang dapat diterapkan sebagai berikut :
  1. akhlak yang berhubungan dengan Allah;
  2. akhlak terhadap diri sendiri;
  3. akhlak terhadap keluarga;
  4. akhlak terhadap masyarakat;
  5. akhlak terhadap alam sekitarnya.
Kecenderungan fitrah manusia untuk berbuat baik (hanif). Seseorang itu dinilai berdosa karena pelanggaran-pelanggaran yang dilakukannya, seperti pelanggaran terhadap akhlakul karimah, melanggar fitrah manusia, melanggar aturan agama dan adat istiadat. Secara fitrah manusia, seorang musli dilahirkan dala keadaan suci. Manusia tidak diwarisi dosa dari keluarganya , karena itu bertentangan dengan hokum keadilan tuhan. Sebaliknya Allah membekali manusia di bumi dengan akal, pikiran, dan iman kepada-Nya. Keimanan itu dalam perjalanan hidup manusia dapat bertambah atau berkurang disebabkan oleh pengaruh leingkungan hidup yang dialaminya.

B. INSTING DAN NALURI.
Menurut bahasa (etimologi) insting berarti kemampuan berbuat pada suatu tujuan yang dibawa sejak lahir, merupakan pemuasan nafsu, dorongan-dorongan nafsu, dan dorongan psikologis. Insting juga merupakan kesanggupan melakukan hal yang kompleks tanpa dilihat sebelumnya, terarah kepada suatu tujuan yang berarti bagi subyek tidak disadari langsung secara mekanis.
Menurut James, insting ialah suatu sifat yang menyampaikan pada tujuan dan cara berpikir. Insting merupakan kemampuan yang melekat sejak lahir dan dibimbing oleh nuraninya. Insting pada binatang untuk pemenuhan kebutuhan, umumnya seperti mencari makanan, mengenali musuh, dan mengenali lawan jenis atau kawin. Dorongan insting pada manusia, menjadi factor tingkah laku dan aktifitas dalam mengenali sesama manusia. Masing-masing makhluk hidup dapat mempertahankan dirinya melalui insting agar tetap hidup dan tidak mati.
Insting pada intinya ialah suatu kesanggupan untuk melakukan perbuatan yang tertuju pada suatu pemuasan dorongan nafsu atau dorongan bathin yang telah dimiliki manusia maupun hewan sejak lahir. Perbuatan insting pada hewan bersifat tetap, tidak berubah dari waktu ke waktu, sejak lahir sampai mati. Insting pada manusia dapat berubah-ubah dan dapat dibentuk secara intensif.
Dalam insting terdapat tiga unsur kekuatan yang bersifat psikis, yaitu mengenal (kognisi), kehendak (konasi), dan perasaan (emosi). Unsur-unsur ini juga terdapat pada binatang. Insting yang berarti juga naluri, merupakan dorongan nafsu yang timbul dalam batin untuk melakukan suatu kecenderungan khusus dari jiwa yang dibawa sejak ia dilahirkan. Insting merupakan sejumlah gerak energi dari semua insting-insting, merupakan keseluruhan dari energi psikis yang dipergunakan oleh kepribadian. Insting terdiri dari empat pola khusus, yaitu sebagai berikut :
  1. Sumber insting, sumber insting berasal dari kondisi jasmaniah, untuk melakukan kecenderungan, lama-lama menjadi kebutuhan.
  2. tujuan insting, tujuan insting ialah menghilangkan rangsangan jasmaniah, untuk menghilangkan rasa tidak enak yang timbul karena adanya tekanan batin yang disebabkan oleh meningkatnya energi pada tubuh.
  3. objek insting, merupakan aktifitas yang mengantar keinginan dan memilah-milah agar keinginannya dapat terpenuhi.
  4. gerak insting, gerak insting tergantung pada intensitas (besar-kecilnya) kebutuhan.
Insting pada tingkat tertentu selalu berubah-ubah, boleh jadi ia hidup dan boleh jadi ia mati. Perubahan tersebut ialah sebagai berikut.
insting hidup. Berfungsi melayani individu untuk tetap hidup dan memperpanjang ras. Bentuk utama insting ini adalah insting makan, minum, dan seksual. Insting makan, Islam mengajarkan agar manusia makan makanan yang halal lagi baik.

C. POLA DASAR BAWAAN
Manusia memiliki sifat ingan tahu, Karena dia dating ke dunia ini dengan serba tidak tahu (la ta’lamuna syaian). Apabila seseorang mengtahui sesuatu hal dan ingin mengetahui sesuatu yang belum diketahui, bila diajarkan padannya maka dia merasa sangat senang hatiinya. Tingkat kesenangan itu dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
  1. Ladzzat, yaitu kepuasan
  2. Saadah, yaitu kebahagiaan.
Bertambah banyak yang diketahui, bertambah naiklah tingkat kepuasan dan bertambah rasa kebahagiaan. Ini hanya dapat dirasakan secara utuh dan sempurna bagi orang yang lebih luas ilmu pengetahuan dan keimanannya. Puncak tertinggi dari kepuasan ini ialah ma’rifatullah.

D. NAFSU
1.D. Pengertian Nafsu
Nafsu berasal dari bahasa Arab, yaitu nafsun yang artinya niat,nafsu ialah keinginan hati yang kuat.Nafsu merupakan kumpulan dari kekuatan amanah dan syahwat yang ada pada nannusia.Menurut Agus Sudjanto nafsu ialah hasrat yang basar dan kuat,ai dapat mempengaruhi seluruh fungsi jiwa.Hawa nafsu ini bergerak dan berkuasa didalam kesadaran.Nafsu memiliki kecenderungan dan keinginan yang sangat kuat,ia memengaruhi jiwa seseorang,inilah yang disebut hawa nafsu.
Menurut kartini kartono nafsu ialah dorongan yang sangat kuat,memiliki kecenderungan yang sangat hebat sehing dapat mengganggu keseimbangan fisik. Dilihat dari definisi diatas berarti nafsu ialah suatu gejolak yang selelu mengarah kepada hal-hal yang mendesak,kemudian diikuti dengan keinginan seseorang untuk mencapai tujuan tertentu.Nafsu selalu mendorong kepada hal negative yang perlu diperbaiki dan dibina.Cara mebina nafsu inilah dengan Tazkiyan Annafsi,maksutnya membersihkan jiwa dan juga  meliputi pebinaan dan pengembangan jiwa.
Nafsu dapat menyingkirkan semua pertimbangan akal,memengaruhi peringatan hati nurani dan menyingkirkan hasrat baik yang lain.contoh,nafsu bermain judi,minuman keras,nafsu ingin membunuh ingin mmemiliki dan bergerak bebas kemana ia mau.
Dikalangan ahli tasawuf berpendapat bahwa nafsu ialah semua sifat tercela yang ada pada manusia dan meski  dikendalikan.Nabi SAW bersanda:nafsu yang paling berat disisimu ialah nafsumu dan berada diantara kedua punggungmu.Abu Ahmadi berpendapat bahwa nafsu ialah dorongan yang terdapat pada tiap-tiap manusia dan membarikan kekuatan kekuatan bertindak untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup tertentu.Nafsu ada pertaliannya dengan insting,tetapi pada insting dampak keluanya tidak sama.Nafsu dampak keluarnya jelas dalam berbagai bentuk dan cara.
Menurut ilmu Akhlak,nafsu terbagi dua macam,yaitu:
1. Nafsu Individual(perseorangan)misalnya nafsu makan,minum,kebutuhan jasman dan kesehatan.
2. Nafsu Sosial(kemasyarakatan) misalnya nafsu meniru,nafsu berkumpul dengan orang lain,mengeluarkan aspirasi,bermasyarakat,dan memberikan bantuan kepada orang lain.

2.Hubungan Nafsu dengan Akhlak.
            Perasaan yang hebat dapat menimbulkan gerak nafsu dan sebaliknya nafsu dapat menimbulkan akhlak baik dan akhlak buruk yang hebat,adakalanya kemampuan berfikir dikeseimbangan.

3.Nafsu dan Pendidikan.
            Nafsu terdapat pada tiap-tiap orang walaupun berbeda acan dan tingkatannya.Kebiasaan-kebiasaan baik pengaruh-pengaruh positif pendidikan yang sudah tertanam pada jiwa seseorang dapat memengaruhi nafsu dan perpatanyaan pertanyaan nafsu,dengan jalan demikian nafsu dapat diperluas.
            Nafsu merupakan salah satu potensi yang diciptakan Tuhan dalam diri manusia hingga ia dapat hidup,bersemangat,dan lebih kreatif.Nafsu sangat penting bagi kehidupan manusia.Hanya saja mengingat tabi’at nafsu iyu berkecenderungan untuk mencari kesengan,lupa diri bermalas malas yang membawa kesesatan yang tidak pernah merasa puas,maka manusia harus dapat mengendalikannya agar tidak membawa kepada kejahatan.
            Nafsu-nafsu yang ada pada manusia ada tiga,yaitu sebagai berikut:
a.         Nafsu Ammarah,yaitu nafsu yang melahirkan bermacam macam keinginan untuk dapat dipenuhi.Nafsu ini belum dapat memperoleh pendidikan dan bimbingan sehingga belum bisa membedakan mana mana yang baik dan mana yang buruk.
b.         Nafsu Lawwamah,yaitu nafsu yang menyebabkan manusia terlanjur melakukan kesalahna dan menyesali perbuatan yang teleh dilakukannya itu.hanya sayangnya itu ia perbuat lagi.
c.         Nafsu Muthmainnah,yaitu nafsu yang telah dapat tuntunan,bimbingan,pemeliharaan yang baik dan pendidikan. Nafsu ini dapat mendatangkan kettengan batin,melahirkan sikap dan akhlak yang baik membentengi diri dari perbuatan keji dan mungkar,bahkan menghalau eneka ragam kejelekan,selalu mendorong untuk melekukan kebajikan dan menjauhi maksiat.

 E.ADAT DAN KEBIASAAN
            Adat menurut bahasa (etimologi) ialah aturan yang lazim diikuti sejak dahulu,Biasa ialah kata dasar yang endapat imbuhan ke-an,artinya boleh,dapat atau sering.Menurut Nasraen. Adapt itu ialah suatu pandangan hidup yang mempunyai ketentuan-ketentuan yang ojektif,kokoh dan besar serta mengandung nilai mendidik yang basar terhadap seseOrang dalam masyarakat.
            Kebiasaan terjadi sejak lahir.Lingkungan yang baik mendukung kebiasaan yang baik pula,lingkungan dapat mengubah kepribadian seseorang.Lingkungan yang tidak baik dapat menolak adanya disiplin dan pendidikan. kebiasaan buruk mendorong kepada hal-hal yang lebih rendah yaitu,kembali kepada adapt kebiasaan primitive.Seseorang yang hidupnya dikatakan modern,tetapi lingkungan bersifat primitive bisa berubah kepada hal yang primitive.kebiasaan itu bisa tibul karna ada dalam diri pribadi seseorang itu yang dubawa sejak lahir.Kebiasaan yang sudah melekat pada diri seseorang sukar untuk di hilangkan,tetapi jika ada dorongan yang kuat dalam dirinya untuk menghilangkan,ia dapat mengubahnya.Misalnya kebiasaan seseorang bangun jam 07:00 pagi ia sukar untuk bangun jam 04:30 subuh. Menurut teori humanistic Plato dan Aristoteles,kebiasaan di sebabkan adanya daya-daya yang mereka miliki sangat kuat, individunya mudah untuk cenderung sebagai masalah yang melekat pada dirinya.seseorang yang bangun pagi-pagi adanya dorongan yang kuat, kemudian di latih secara terus-menerus,maka kebiasaan bangun pagi-pagi itu menjadi terbiasa dan tidak merasa berat karna adanya latihan secara terus-menerus.
            Kebiasaan ialah perbuatan yang berjalan dengan lancer seolah-olah berjalan dengan sendirinya.perbuatan kebiasaan pada mulanya di pengaruhi oleh kerja pikiran,didahului oleh pertimbangan akal dan perencanaan yang matang.Lancarnya perbuatan dikarnakan perbuatan itu seringkali di ulang-ulang.
Didalam percakapan sehari-hari kebiasaan tidak merupakan fungsi yang sama bagi manusia.biasanya kebiasaan dalm perkataan dikerjakan dengan memperoleh dan menyimpang kata-kata,symbol-sibol pengalaman sadar.kebiasaan dikaitkan dengan kegiatan-kegiatan nonverbal. kata-kata muncul ketika seseorang berbicara, perbuatan, umur, ocehan baik buruk dalam bermacam-macam bentuk. Karakter pertama yang diucapkan ialah kelanjutan dari kat-kat terdahulu dan diulangi.Ini dapat dilihat bahwa diantara kata-kata terdapat beberapa kata yang diucapkan  berulang kali,bahasa apapun didunia ini.Hal ini timbul karena seseorang teleh dipengarui oleh lingkungan,orang tua dan teman-temannya.artinya,apapun bahasa yang digunakan oleh lingkungan,orang tua,dan teman-temannya itulah yang didapat.
            Ada beberapa cara untuk mengetahui kebiasaan baik buruk yang dapat di tangkap gejala-gejalanya sebagai berikut;
  1. Metode mengatasi kebiasaan.para filsuf didunia timur menjelaskan kebiasaan ialah kesinambungan dari suatu pikiran atau tindakan untuk waktu yang lama,menyebabakan lekukan alur atau kanal yang terbentuk pada otak tindakannya menjadai tanpa sadar otomatis,kemauannya selalu timbul untuk mengulangi tindakan yang teleh menjadai kebiasaan.
  2. kekuatan kebiasaan.kebanyakan orang mengibaratkan kekuatan kebiasaan dengan perkataan  kebiasaan itu nature yang kedua.
  3. mengubah kebiasaan dapat dilakukan dengan cara memperhatikan pola terbaik,disesuaikan dengan unsur-unsur agama.untuk mengubah kebiasaan dapat dilakukan dengan cara berikut.
·         Berniat sungguh dengan tiada diiringi keragu raguan.
·         Janganlah mengizinkan bagi diri sendiri melakukan kebiasaan buruk.
·         Carilah waktu yang baik untuk menghafalkan niat untuk menghafalkan niat dan ikutilah segala garak jiwa yang menolong menghafal tersebut.
·         Jagalah pada diri kekuatan menolak dan pelihara agar selalu hidup dalam jiwa dengan mendermakan perbuatan yang kecil-kecil setiap hari untuk mengekang hawa nafsu yang tidak baik.

Semua perbuatan baik dan buruk itu menjadi kebiasaan karena adanya kecenderungan hati terhadapnya dan menerima kecenderungan tersebut dengan disertai perbuatana berulang-ulang secukupnya.
Kebiasaan ialah tingkah laku yang sudah distabilkan.Umumnya pembentukan kebiasaan itu dibantu oleh refleks,maka reflek itu menjadi has dasar bagi pembentukan kebiasaan pada ahirnya kebiasaan itu berlangsung otomatis dan mekanis,terlepas dari pemikiran dan kesadaran,namun sewaktu-waktu pikiran dan kesadaran bisa di fungsikan lagi untuk memeberikan pengarahan baru bagi pembentukan kebiasaan baru.Dalam segala tempat dan waktu manusia terpengaruh oleh adapt istiadat golongan dan bangsanya,karna mereka hidup dalam lingkungan.Contoh adat istiadat ialah dalam mendidik anak seperti menanam perasaan cinta kepada istiadat,jika seseorang menyalahi adat istiadat maka orang tersebut sangat tercela dan dianggap keluar dari golongannya.

F. LINGKUNGAN
Lingkungan ialah ruang lingkup luar yang berinteraksi dengan insan yang dapat berwujud benda-benda seperti air, udara, bumi, langit, dan matahari. Berbentuk selain benda seperti insan, pribadi, kelompok, institusi, system, undang-undang dan adapt kebiasaan. Lingkungan dapat memainkan peran dan pendorong terhadap perkembangan kecerdasan sehingga manusia dapat mencapai taraf yang setinggi-tingginya dan sebaliknya juga dapat merupakan penghabat yang menyekat perkembangan, sehingga seseorang tidak dapat mengambil manfaat dari kecerdasan yang diwarisi.

G. KEHENDAK DAN TAKDIR.
1.G. Kehendak
Kehendak menurut bahasa adalah kemauan, keinginan dan harapan yang keras. Kehendak, yaitu fungsi jiwa untuk dapat mencapai sesuatu yang merupakan kekuatan dari dalam hati, bertautan dengan fikiran dan perasaan. Kehendak merupakan salah satu fungsi kejiwaan dari kekuatan aktivitas jiwa dala kelompok trikhotonomi yang dinamakan konasi. Suatu kekuatan yang dapat melakukan kegiatan, kekuatan yang timbul dari dalam diri manusia. Melakukan suatu perbuatan yang diingini maupun yang dihindari itu dinamakan kehendak. Kehendak ialah suatu kekuatan yang mendorong melakukan perbuatan untuk mencapai tujuan.
2.G. Takdir
Takdir yaitu ketetapan Tuhan, apa yang sudah ditetapkan Tuhan atau nasib manusia. Secara bahasa takdir ialah ketentuan jiwa, yaitu suatu peraturan tertentu yang telah dibuat Allah baik aspek structural maupun aspek fungsionalnya untuk segala yang ada dalam alam semesta yang maujud ini.











BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Keimanan itu dalam hidup manusia dapat bertambah atau berkurang disebabkan oleh pengaruh yang dating dari dalam dan dari luar dirinya, yaitu berupa pengaruh lingkungan hidup yang dialami. Disebabkan oleh factor yang timbul dari dalam diri manusia berupa dorongan nafsu, lebih dominan terhadap panggilan hati nurani dan akal sehat, kehendak mengikuti tuntutan Islam yang benar.
Martabat manusia ditentukan oleh perbuatannya, dan perbuatannya ditentukan oleh hati, ikhtiar, dan pilihan hidup yang dijatuhkan. Jalan yang benar dan jalan yang salah sama-sama terbentang di hadapan manusia. Oleh karena itu manusia dapat mencapai martabat hidup yang tinggi, ber Akhlakul karimah, sebagai insane kamil, sebagai mukmin yang sempurna, muslim yang sajati, muttaqin, manakala ia dapat menuntun nafsunya dan dia akan terjadi sebaliknya apabila tidak mengikuti ajaran Islam.
Manusia tanpa akal laksana hewan, karena manusia mempunyai akal dan mempunyai hawa nafsu. Apabila bukan akal yang memimpin manusia maka hawa nafsulah yang dominant dalam dirinya. Akal berfungsi menuntun manusiake jalan agama yang benar dan wahyu berfungsi menyinari akal. Oleh karena itu, akal tanpa agama dan wahyu dapat kehilangan arah dan mudah dikendalikan hawa nafsu. Nafsu mutmainnah sebagai cerminan tingkat kepribadian yang tinggi merupakan tingkat kemuliaan akhlak manusia yang sempurna. Tingkat akhlak ini hendaknya diusahakan oleh manusia untuk dicapai dalam hidup dan kehidupannnya sebagai muslim.

B. KRITIK DAN SARAN
Kritik dan saran yang membangun dari pembaca sekalian selalu saya harapkan demi kesempurnaan penyusunan makalah berikutnya, baik dari kalangan teman-teman mahasiswa ataupun dari kalangan dosen pembimbing mata kuliah Akhlak Tasawwuf.





















DAFTAR PUSTAKA

A.S, Asmaran. 2002. Pengantar Studi Akhlak. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Alfat, Masan. 1993. Akidah Akhlak, Semarang: Toha Putera.
Abdullah, Yatimin,2008. Studi Akhlak dalam Perspektif Alquran, Jakarta, Amzah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar